Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam pemanfaatan TIK dalam PLS
A. Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam pemanfaatan TIK dalam PLS
Kesiapan sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk program pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang dicapainya terwujud.
Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:
(1) Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).
(2) Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia.
(3) Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.
(4) Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.
Namun Sumber Daya manusia juga mengalami beberapa hambatan dalam menggunakan TIK dalam PLS.
Berikut beberapa hambatan yang dialami Sumberdaya Manusia
Survei yang dilakukan oleh the International Society for Horticultural Sciences (ISHS) telah mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam mengadopsi TIK oleh petani khususnya petani hortikultura, yaitu:
1. Keterbatasan kemampuan;kesenjangan dalam pelatihan (training),
2. Kesadaran akan manfaat TIK, waktu, biayadari teknologi yang digunakan
3. Integrasi sistem dan ketersediaan software.
Kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. Kemampuan ini juga mempengaruhi implementasi egov ke depan sehingga cita-cita untuk mewujudkan good governance akan tercapai.
B. Keberterimaan Warga Belajar terhadap Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam Program Pendidikan Luar Sekolah
Dalam KBBI ke•ber•te•ri•ma•an artinya hal atau keadaan berterima (dapat diterima).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS merupakan respon baik atau diterimanya oleh warga belajar itu sendiri terhadap penggunaan produk TIK dalam program PLS.
Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk
mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut. Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS. Begitu juga sebaliknya, jika hal yang terjadi berbanding terbalik dengan di atas, maka kemungkinan besar warga belajar tidak akan mudah menerima produk TIK yang digunakan dalam PLS.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.
Sumber Rujukan
Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.
http://library.binus.ac.id
https://netri938821284.wordpress.com/2018/02/28/aspek-pengelolaan-sumberdaya-dalam-pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/
http://feraadeliahrp19.blogspot.com/2018/02/kesiapan-sdm-dalam-pengelolaan-tik.html
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html
Mantap kali memang.
BalasHapusKeren!!
BalasHapusMantap👍🏻
BalasHapusBagus
BalasHapusNice dear
BalasHapus