Peranan Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Pemerataan Pendidikan di SMPN 41 SIJUNJUNG

Oleh: Febi Olivera

Asal kota: Kota Padang

 

Sebagaimana yang telah kita pahami dan ketahui bahwa kata pendidikan bukan suatu hal asing yang baru didengar. Pendidikan adalah sebuah cara untuk mengubah pola pikir dan tingkah laku seseorang. Dikutip dari pendapat bapak Pendidikan Nasional Indonesia bahwa pendidikan adalah tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuutut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagian setinggi-tingginya.

 

Menurut UU.NO 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik sacara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menggali potensi pada diri seseorang yang nantinya digunakan untuk kepentingan dirinya,masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Pendidikan yang merata menjadi salah satu pendorong majunya suatu negara. Negara yang memiliki pendidikan yang merata tentunya akan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dalam hal sumber daya manusia, sarana prasarana, teknologi serta semua hal yang mendukung tercapainya pemerataan pendidikan. Tujuan utama adanya pemerataan pendidikan adalah untuk mengurangi ketimpangan kualitas pendidikan dan mengupayakan semua anak dapat merasakan dunia pendidikan. Anak bangsa adalah cikal bakal penerus suatu negara.

 

Menurut UUD 1945 pemerintah berkewajiban memenuhi hak warga negara untuk memperoleh pendidikan demi meningkatkan kualitas hidup bangsa. Dalam hal ini pemerintah mempunyai peran penting dalam memberikan pendidikan kepada seluruh warga negara. Jangan sampai yang mendapatkan pendidikan hanya masyarakat kalangan tertentu. Pendidikan yang merata dapat tercapai jika fasilitas yang diperlukan disediakan oleh pemerintah.

 

Salah satu peran pemerintah yang harus dipenuhi melihat dari situasi dan kondisi sekolah penempatan yang bisa dikatakan jauh dari perkotaan. Dimana akses jaringan yang tidak dapat digunakan karena memang tidak adanya layanan. Sekolah ini seharusnya menjadi perhatian lebih oleh pemerintah. Dilihat dari segi bangunan sekolah memiliki satu ruangan guru, 4 ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, kamar mandi dan perkarangan yang tidak luas. Bangunan sekolah ini diperlukan adanya renovasi karena kamar mandi tidak dapat digunakan, gudang sekolah, gerbang sekolah dan perkarangan yang tidak luas.

 

Gerbang sekolah yang kurang berfungsi membuat peserta didik kurang disiplin dalam mematuhi peraturan sekolah seperti jam masuk sekolah, keluar main dan dalam proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik dapat saja masuk ke lingkungan sekolah walaupun bel masuk telah berbunyi, karena mereka dapat masuk melalui perkarangan samping yang tidak adanya pagar. Hal seperti ini dapat menjadikan peserta didik tidak disiplin. Padahal kedisplinan menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kesuksesan seseorang disamping usaha dan doa. Peserta didik di SMPN 41 SIJUNJUNG perlu diberikan pengarahan yang lebih mengenai kedisiplinan dan pentingnya belajar serta mengenyam dunia pendidikan.

 

Kedisiplinan yang belum tercapai membuat kesadaran peserta didik dalam menuntut ilmu disekolah itu seperti hanya main-main saja. Ketidakseriusan peserta didik dapat dinilai dari jam berapa sampai disekolah, bahkan bel sudah masuk mereka tetap santai saja berjalan menuju kelas, ada yang lebih parah gurunya sudah masuk dan memulai proses pembelajaran mereka seenaknya saja masuk tanpa permisi. Di nilai dari segi kehadiran beberapa siswa dalam seminggu datangnya cuman sehari,selebihnya absen tanpa keterangan yang jelas bahkan ada yang datang ketika ujian saja.

 

Dilihat dari penampilan peserta didik ke sekolah tidak seperti anak sekolah pada umumnya. Kenapa demikian karena peserta didiknya yang pergi ke sekolah hanya memakai sandal, baju yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, tidak membawa buku dan peralatan sekolah, tidak membawa tas dan tidak rapi ke sekolah seperti tidak memakai dasi bagi yang laki-laki.

 

Dalam proses pembelajaran masih banyak siswa ke sekolah tanpa membawa perlengkapan sekolah seperti tidak membawa buku, pena, penggaris dengan berbagai alasan yang dilontarkannya. Kita sebagai tenaga pendidik tentu tidak bosan-bosan untuk selalu mengingatkan peserta didik untuk tidak mengulangi kesalahannya disamping memberikan hukuman. Terkadang ada juga peserta didik yang tidak mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh gurunya sendiri. Hal ini tidak terjadi bukan karena tidak adanya peraturan di sekolah dan hukuman yang diberikan kepada setiap peserta didik melanggar. Tenaga pendidik yang sudah berulang kali mengupayakan agar hal sama tidak terulang tapi peran dari peserta didiknya tidak ada tidak akan terwujud. Kurangnya rasa menghargai dan menghormati dari peserta didik menjadi salah satu penyebab kenapa mereka tidak merasa bahwa apa yang mereka kerjakan adalah salah dan perlu diperbaiki. Disamping itu juga kuranganya kesadaran bahwa belajar itu sangat penting dan semangat peserta didik dalam menuntut ilmu di sekolah.

 

Untuk dapat menimbulkan semangat belajar peserta didik tentu diperlukan tenaga pendidik yang profesional. Menanamkan kepada peserta didik kenapa mereka harus belajar dengan serius diperlukannya peran dari berbagai pihak seperi orang tua, tenaga pendidik, masyarakat dan pemerintah.

 

Pertama peran dari orang tua, semua orangtua tentu menginginkan anaknya berhasil dalam mengenyam dunia pendidikan. Untuk mencapai semua itu orang tua harus selalu memotivasi anak, memfasilitasi dan mendukung setiap pencapaian anak. Peran orang sangat berpengaruh didalam dunia pendidikan jika anak berhasil maka yang perlu diapreasiasi adalah cara pendidikan orang tuanya dirumah.

 

Kedua peran tenaga pendidik, peran yang dimaksud disini adalah kemampuan tenaga pendidik dalam mengajarkan peserta didiknya. Setiap tenaga pendidik sudah dibekali kemampuan dalam pedagogi, psikologi dan berbagai kemampuan yang berhubungan dengan peserta didik dan menjadi seorang pengajar. Tenaga pendidik di SMPN 41 Sijunjung tidak cukup sebanyak mata pelajaran yang ada disekolah tersebut sehingga satu guru ada yang bertanggung untuk dua mata pelajaran. Guru yang bertanggung jawab untuk mata pelajaran lain inipun diberada dalam bidangnya. Apabila mata pelajaran itu dipegang oleh yang tidak ahli dibidang tentu hasilnya tidak akan maksimal. Sebaiknya pemerintah memberikan solusi untuk masalah seperti agar peserta didik mendapatkan pelajaran itu memang yang ahli dibidangnya.

 

Ketiga peran dari masyarakat juga mempengaruhi bahwasanya pendidikan itu penting. Dimana masih banyaknya masyarakat berpikir bahwa belajar itu tidak penting,padahal stigma atau pemikiran masyarakat seperti ini harus dirubah. Untuk membuat suatu negara maju tentu salah satu dilihat kualitas pendidikannya. Pendidikan yang bermutu dapat berhasil jika masyarakat merubah pola pikirnya untuk memperluas wawasannya dan belajar, salah satu caranya dengan mengenyam didunia pendidikan.

 

Keempat peran dari pemerintah untuk dunia pendidikan menjadi kunci dari ketiga peran diatas tadi karena walaupun semua peran sudah terlaksana tapi tidak adanya upaya dari pemerintah maka hasilnya sama saja dengan nol. Pemerintah disini berperan dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang lengkap dan merata disetiap daerah,memberikan bantuan beasiswa dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Selain memfasilitasi segala sesuatu yang dibutuhkan dalam mencapai pendidikan yang lebih baik dan merata pemerintah juga harus mengupayakan untuk selalu mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 

Setelah sekian banyak pembahasan mengenai pendidikan dan hal-hal pendukung terwujudnya pendidikan yang merata dapat ditarik kesimpulan bahwasanya di SMPN 41 Sijunjung membutuhkan banyak peran dari pemerintah seperti gedung yang seharusnya adanya proses renovasi, penambahan tenaga pendidik,mengubah pola pikir masyarakat serta memberikan pendidikan merata disetiap daerah.

 

#kampusMerdeka

#kampusMengajar

Komentar